Management Accounting Finance Consultants | Training Finance Consultant | Jasa Konsultan Akunting Keuangan Indonesia
Tampilkan postingan dengan label Definisi analisa pekerjaan | Manfaat analisis pekerjaan. Hubungi Contact Person Consultant Hp : 0813 18135343 | 08777 98 98807. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Definisi analisa pekerjaan | Manfaat analisis pekerjaan. Hubungi Contact Person Consultant Hp : 0813 18135343 | 08777 98 98807. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Desember 2011

Management Accounting Finance Consultants | Konsultan Manajemen Keuangan | Training Accounting Finance

Budget dan Cost Control

Dalam Menyusun Budget dan Cost Control di dalam perusahaan perlu di artikan terlebih dahulu mengenai pemahaman budgeting terlebih dahulu, Istilah lain yang digunakan yang berarti sama dengan anggaran seperti : Business Budget, profit planning and control, confrehensif budgeting, manajerial budgeting dan business Budget dan Cost Control. Menurut Gomes (1995, p.87-88), Budget dan Cost Control merupakan dokumen yang berusaha untuk mendamaikan prioritas-prioritas program dengan sumber-sumber pendapatan yang diproyeksikan. Budget dan Cost Control menggabungkan suatu pengumuman dari aktivitas organisasi atau tujuan untuk suatu jangka waktu yang ditentukan dengan informasi mengenai dana yang dibutuhkan untuk aktivitas tersebut atau untuk mencapai tujuan tersebut.

Dengan demikian Budget dan Cost Control dapat diartikan juga sebagai rencana terinci yang dinyatakan secara formal dengan ukuran kwantitatif yang biasanya dinyatakan dengan satuan uang untuk penggunaan sumber – sumber pada organisasi dalam jangka waktu tertentu.

Dalam menyusun anggaran harus diperhatikan hal berikut :
  • Realistis 
  • Flexible 
  • Continues 
Proses penyusunan Anggaran, adalah merupakan proses akuntansi dan proses manajemen.
Proses Akuntansi, berarti penyusunan Budget dan Cost Control merupakan studi terhadap mekanisme, prosedur merakit data dan membentuk anggaran.
Proses Manajemen berarti proses penyusunan anggaran merupakan penetapan peran tiap manajer dalam melaksanakan program atau bagian program.

Proses Penyusunan Anggaran :

Menentukan pedoman perencanaan
Menyiapkan anggaran penjualan
Menyiapkan komponen anggaran lainnya
Perundingan untuk menyesuaikan rencana akhir dalam setiap komponen anggaran
Mengkoordinasi dan memperhatikan komponen anggaran
Pengesahan anggaran
Pendistribusian anggaran yang sudah di setujui

Budgeting & accounting Connection :
  1. Akuntansi menyediakan data histories 
  2. Komponen budgeting dinyatakan secara financial dalam format accounting 
  3. Akuntansi menyediakan data actual sebagai bahan evaluasi 

Tanpa adanya Budget dan Cost Control, perusahaan akan mengalami kesulitan dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi dan profit margin dari perusahaan. Tidak dipungkiri bahwa perusahaan sering membuat Budget ala kadarnya yang disusun hanya berdasarkan hasil kompilasi angka –angka dari Bagian- Bagian / Departemen- Departemen didalam perusahaan, padahal peranan Budget dan Cost Control sebagai suatu alat / system manajemen berjalan sejak awal perusahaan melakukan Aktivitasnya.

Budget dan Cost Control meskipun merupakan dua kegiatan yang berbeda, namun keduanya berjalan ke arah tujuan yang sama sesuai sasaran yang ditetapkan dalam perusahaan. Antara Budget dan Cost Control kedua-2 nya saling menunjang, melengkapi dan saling ketergantungan antara yang satu dengan yang yang lain.

Tujuan pelatihan
  • Dapat meyusun anggaran perusahaan lebih detail teknik – teknik operational auditing 
  • Dapat Mengetahui langkah – langkah dalam proses Budgeting dan Cost Control 


Kamis, 15 Desember 2011

Job Analysis | Analisis Pekerjaan | Perencanaan Kerja |

Oleh : Rahadian Fatrah, S.Sos

Job Analysis / Analisis Pekerjaan dapat dianggap merupakan alat bagi pimpinan dalam memecahkan kemanusiaan. Job Analysis atau Analisis Pekerjaan merupakan suatu proses untuk membuat uraian pekerjaan sedemikian rupa, sehingga dari uraian tersebut dapat diperoleh keterangan – keterangan yang perlu untuk dapat menilai jabatan itu guna sesuatu keperluan, Job Analysis / Analisis Pekerjaan itu dapat dibedakan atas empat macam sesuai dengan tujuan analisis jabatan itu. Keempat jenis analisis jabatan itu adalah : 
  1. Job Analysis for personel specifications; menentukan syarat mental yang bagaimana yang dibutuhkan dari seseorang untuk dapat sukses dalam memangku sesuatu jabatan.
  2. Job Analysis for training purpose; menentukan langkah – langkah yang harus ditempuh dalam mengajarkan sesuatu pekerjaan kepada seorang pegawai baru, digunakan untuk kebutuhan latihan atau pendidikan.
  3. Job Analysis for setting rates; menentukan nilai – nilai masing – masing jabatan dalam sesuatu badan usaha sehingga dengan demikian dapat ditentukan tingkat upah masing – masing jabatan itu secara adil.
  4. Job Analysis for method improvements; mempermudah cara bekerja pegawai pada suatu jabatan tertentu bermaksud untuk menghilangkan gerak gerak pegawai yang tidak perlu.

Apakah manfaat dari analisis jabatan itu ?
  • Analisis penyusunan kepegawaian; Informasi pekerjaan.
  • Desain organisasi : menganalisis elemen, menyusun posisi org.
  • Redesain pekerjaan : untuk meningkatkan metode pekerjaan, mengurangi kesalahan, eliminasi yang tidak perlu, perbaikan kinerja.
  • Telaah dan PerencanaanKerja.
  • Suksesi Manajemen.
  • Pelatihan dan pengembangan.
  • Jalur karir.
  • Kriteria seleksi.
  • Evaluasi pekerjaan 

Cara Menyusun Analisis jabatan Ada tiga cara pengumpulan informasi dalam penyusunan analisis jabatan :
  • Penyusunan daftar pertanyaan
  • Dengan interview.
  • Peninjauan oleh penganalisis jabatan.

  1.          Penyusunan daftar pertanyaan
Pada Umumnya tujuan tersebut dapat tercapai dengan mengajukan empat pertanyaan pokok sebagai berikut :
  • Bagaimana para pekerja melakukannya ?
  • Bagaimana dia melakukannya ?
  • Mengapa dia melakukannya ?
  • Siapa sajakah yang terlibat didalamnya ?
     2.     Dengan Interview 

Penyusunan analisis jabatan dengan cara interview sering dilakukan untuk mengecek kebenaran dari informasi yang diperoleh dengan cara pertama, maksudnya dari hasil yang diperoleh dengan cara interview baik dipergunakan sebagai bahan pelengkap untuk keterangan – keterangan yang terkumpul dengan cara yang pertama tadi.

     3.     Peninjauan oleh penganalisis jabatan 

Dengan cara ini si penganalisis jabatan melihat dengan mata kepala sendiri pekerjaan sedang dilakukan. Pada waktu itu bila perlu ia dapat mengajukan pertanyaan ba kepada orang yang sedang mengerjakan pekerjaan atau kepada atasan si petugas yang bersangkutan. Terkadang penyelesaian tugas terakhir ini dikerjakan oleh petugas – petugas lain dibagian personalia. Kedua hal tersebut terakhir adalah hasil yang diperoleh dari analisis jabatan.